Sabtu, 08 Februari 2014

Hati yang Selalu Betanya


6 bulan tak terasa waktu berjalan, 6 bulan pula aku telah menjalani status pacaranku dengan seorang gadis berinisial A, dialah gadis yang mampu menggetarkan hatiku, dia yang mampu membuatku tersenyum tapi dia pula yang membuat hatiku sakit, aku sungguh menyayanginya, boleh dikata aku rela berkorban untuknya, sejauh ini aku masih sanggup bertahan untuknya meskipun tak sedikit pula hal sakit yang aku dapatkan, ketika aku mulai sakit karnanya aku berusaha memberikan angin positif dalam fikiranku agar ku mampu bertahan karna aku mencintainya .

Hari ini kejadian itu terulang kembali, aku selalu bertanya pada diriku sendiri, apa mungkin dia juga sayang padaku ?, dia selalu mengatakan bahwa dia sayang padaku tapi aku belum menemui opini atau hal yang membuatku sadar bahwa ia memang mencintaiku, hari ini aku kecewa, bagaimana mungkin ia selalu mengutamakan orang lain daripada aku, malam kemarin aku menelponnya tapi hanya sebentar katanya ia ingin tidur karna ia lelah setelah seharian di kampus, aku mengerti itu, esoknya aku menelponnya lagi, berharap ia mau bercerita padaku tapi bukan itu yang aku harapkan, aku menutup telponku, mngkin dia sibuk pikirku, hari itu bertepatan dengan hari pengurusan krs untuk mahasiswa yang memasuki semester baru, siang hari dia mengirim sms kepadaku, aku senang karna mungkin dia kangen padaku, hehee, g’erku saat itu, aku tak berfikir panjang langsung menelponya kebetulan aku juga kangen pengen cerita heheh, mulanya aku bicara baik-baik saja tapi semua itu tak berlangsung lama karna ia harus menemani kakaknya krsan, lagi-lagi aku sedikit kecewa tapi tak apalah, mungkin lain kali ada waktu untukku,… Sore itu aku asyik online dengan laptop kesayanganku, heheheh pamerrr…..tiba-tiba di hpku berdering, ah siapa nih ? tumben ada yang nelpon paling juga orang tua yang ingin menanyakan kabarku di luar pulau sana, si A.. memanggil, alangkah senangnya aku, aku dengan cepat menjawabnya keburu mati, kesempatan tidak boleh dia sia-sikan soalnya jarang sekali dia menelponku, mending dia nelpon teman-temanya atau yang lain hehehe, aku diapakan ?, hehehe kembali ke laptop, aku pun menjawab telponya dengan ramah aku sedikit senang dia mau menelponku mungkin dia ingat padaku hehehe, tak lama aku bicara dia harus menutup telponnya katanya dia harus menelpon dosen PA-nya (aku juga nga ngerti) ya udahlah aku mengalah, hingga petang pun menjelang, usai isya aku mencoba mengirim sms, sekedar basabasi tapi dia balas, dia lagi nelponan ama temanya, hehehe kasian aku yaa aku tunggu aja moga aja dia mau menelponku setelah dia nelpon temanya, aku kembali sendiri setelah itu smsnya masuk katane dia wess mangan, dia nanyain apa aku sudah makan apa belum ? ya aku jawab sudah, aku terus menunggu telpon darinya biasanya malam minggu begini daftar paket kartu as dapat 100 menit lumayan lah, tapi dia nga nelpon2, seingatku selama ini jarang banget dia menelponku lebih dari 20 menit, itupun kalau pernah, hanya aku yang selalu menelponya, bukanyya aku selalu berharap untuk di telpon tapi aku hanya ingin tau apa dia betul ingat padaku atau tidak, dia lebih senang telponan ama temanya berjam-jam dari pada nelponan sama aku, mungkin aku udah basi kali yaaa, heheheh….dia lebih senang menghabiskan gratisan nelponnya bersama teman-temanya, entah itu teman atau apalah, aku nga tau, aku hanya percaya apa katanya dan aku selalu mengiyakan karna bagiku saling percaya dalam hubungan itu lebih penting. Malam ini aku sengaja tidak menelponnya meskipun aku rindu canda dan tawanya, aku ingin dia ingat padaku… aku membaringkan badanku dan mencoba menerawang jauh, aku tak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan yang sebenarnya tentang isi hatiku padanya, aku sayang padanya tapi aku juga butuh kasih sayang padanya, bukan cuma kata I love U, tapi sedikit bukti agar aku yakin.