6 bulan tak terasa waktu berjalan, 6 bulan pula aku telah
menjalani status pacaranku dengan seorang gadis berinisial A, dialah gadis yang
mampu menggetarkan hatiku, dia yang mampu membuatku tersenyum tapi dia pula
yang membuat hatiku sakit, aku sungguh menyayanginya, boleh dikata aku rela
berkorban untuknya, sejauh ini aku masih sanggup bertahan untuknya meskipun tak
sedikit pula hal sakit yang aku dapatkan, ketika aku mulai sakit karnanya aku
berusaha memberikan angin positif dalam fikiranku agar ku mampu bertahan karna
aku mencintainya .
Hari ini kejadian itu terulang kembali, aku selalu bertanya pada
diriku sendiri, apa mungkin dia juga sayang padaku ?, dia selalu mengatakan
bahwa dia sayang padaku tapi aku belum menemui opini atau hal yang membuatku
sadar bahwa ia memang mencintaiku, hari ini aku kecewa, bagaimana mungkin ia
selalu mengutamakan orang lain daripada aku, malam kemarin aku menelponnya tapi
hanya sebentar katanya ia ingin tidur karna ia lelah setelah seharian di
kampus, aku mengerti itu, esoknya aku menelponnya lagi, berharap ia mau
bercerita padaku tapi bukan itu yang aku harapkan, aku menutup telponku, mngkin
dia sibuk pikirku, hari itu bertepatan dengan hari pengurusan krs untuk
mahasiswa yang memasuki semester baru, siang hari dia mengirim sms kepadaku,
aku senang karna mungkin dia kangen padaku, hehee, g’erku saat itu, aku tak
berfikir panjang langsung menelponya kebetulan aku juga kangen pengen cerita
heheh, mulanya aku bicara baik-baik saja tapi semua itu tak berlangsung lama
karna ia harus menemani kakaknya krsan, lagi-lagi aku sedikit kecewa tapi tak
apalah, mungkin lain kali ada waktu untukku,… Sore itu aku asyik online dengan
laptop kesayanganku, heheheh pamerrr…..tiba-tiba di hpku berdering, ah siapa
nih ? tumben ada yang nelpon paling juga orang tua yang ingin menanyakan
kabarku di luar pulau sana, si A.. memanggil, alangkah senangnya aku, aku
dengan cepat menjawabnya keburu mati, kesempatan tidak boleh dia sia-sikan
soalnya jarang sekali dia menelponku, mending dia nelpon teman-temanya atau
yang lain hehehe, aku diapakan ?, hehehe kembali ke laptop, aku pun menjawab
telponya dengan ramah aku sedikit senang dia mau menelponku mungkin dia ingat
padaku hehehe, tak lama aku bicara dia harus menutup telponnya katanya dia
harus menelpon dosen PA-nya (aku juga nga ngerti) ya udahlah aku mengalah,
hingga petang pun menjelang, usai isya aku mencoba mengirim sms, sekedar
basabasi tapi dia balas, dia lagi nelponan ama temanya, hehehe kasian aku yaa
aku tunggu aja moga aja dia mau menelponku setelah dia nelpon temanya, aku
kembali sendiri setelah itu smsnya masuk katane dia wess mangan, dia nanyain
apa aku sudah makan apa belum ? ya aku jawab sudah, aku terus menunggu telpon
darinya biasanya malam minggu begini daftar paket kartu as dapat 100 menit
lumayan lah, tapi dia nga nelpon2, seingatku selama ini jarang banget dia
menelponku lebih dari 20 menit, itupun kalau pernah, hanya aku yang selalu
menelponya, bukanyya aku selalu berharap untuk di telpon tapi aku hanya ingin
tau apa dia betul ingat padaku atau tidak, dia lebih senang telponan ama
temanya berjam-jam dari pada nelponan sama aku, mungkin aku udah basi kali
yaaa, heheheh….dia lebih senang menghabiskan gratisan nelponnya bersama
teman-temanya, entah itu teman atau apalah, aku nga tau, aku hanya percaya apa
katanya dan aku selalu mengiyakan karna bagiku saling percaya dalam hubungan
itu lebih penting. Malam ini aku sengaja tidak menelponnya meskipun aku rindu
canda dan tawanya, aku ingin dia ingat padaku… aku membaringkan badanku dan
mencoba menerawang jauh, aku tak pernah punya keberanian untuk mengungkapkan
yang sebenarnya tentang isi hatiku padanya, aku sayang padanya tapi aku juga
butuh kasih sayang padanya, bukan cuma kata I love U, tapi sedikit bukti agar
aku yakin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar